Harga Naik, Stok Terancam: Perajin Tahu Blitar Dihantui Dampak Konflik Dunia

Yoyok Agusta
Kedelai impor naik harga. Foto:ist.

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Gejolak kondisi global akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk kenaikan harga bahan baku pangan. Salah satu yang terdampak adalah harga kedelai impor yang dalam dua minggu terakhir terus merangkak naik.

Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para perajin tahu di Kota Blitar. Mereka mulai mengeluhkan mahalnya bahan baku sekaligus khawatir terhadap ketersediaan stok kedelai di pasaran.

Wahyu, salah satu perajin tahu di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, mengungkapkan bahwa lonjakan harga kedelai membuat margin keuntungan usahanya semakin menipis. “Sekarang harga kedelai impor sekitar Rp 10.500 per kilogram. Ini cukup tinggi dibandingkan harga normal, jadi sangat berpengaruh ke biaya produksi,” ujarnya. Selasa, (7/4/2026).

Menurutnya, persoalan tidak hanya berhenti pada kenaikan harga. Ia justru lebih khawatir jika pasokan kedelai terganggu, mengingat sebagian besar pengrajin tahu masih bergantung pada kedelai impor, terutama dari Amerika Serikat. “Kalau harganya naik masih bisa disiasati. Tapi kalau stoknya tidak lancar, itu yang jadi kekhawatiran. Kita tidak tahu ke depan seperti apa,” tambahnya.

Dalam kondisi saat ini, Wahyu harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan. Ia berupaya menjaga kualitas produksi tanpa mengurangi ukuran tahu yang dijual kepada konsumen. Setiap hari, ia mengolah sekitar 16 kilogram kedelai dan mampu menghasilkan kurang lebih 176 potong tahu siap jual.

Namun, kenaikan harga bahan baku membuat keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Bahkan, peningkatan biaya produksi tidak sepenuhnya bisa diimbangi dengan kenaikan harga jual.

Wahyu memilih untuk tidak menaikkan harga maupun mengurangi ukuran produk demi menjaga daya beli dan loyalitas pelanggan. “Kalau harga dan ukuran tetap, ya keuntungannya jadi tipis,” jelasnya.

Para perajin tahu di Blitar berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret, baik melalui stabilisasi harga kedelai maupun jaminan ketersediaan pasokan. Hal ini dinilai penting agar usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

Editor : Aini Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network