Dia menambahkan, setiap tahun kegiatan ini terus dikembangkan dengan berbagai inovasi agar semakin menarik minat masyarakat. “Tahun ini kami kolaborasikan dengan pengajian Sabtu pagi supaya nuansa religiusnya semakin kuat. Ini yang menjadi poin utama dari kegiatan kami,” tambahnya.
Redhitya juga mengungkapkan, jumlah tumpeng atau ketupat cokelat yang disiapkan disesuaikan dengan jumlah pengunjung dan jemaah yang hadir. “Jumlahnya mencapai ribuan, mengikuti kuantitas jemaah dan pengunjung yang biasanya mencapai 4.000 hingga 5.000 orang,” jelasnya.
Tradisi kirab tumpeng cokelat ini pun tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
Sementara itu, momentum libur Lebaran turut mendongkrak jumlah kunjungan wisata di Kampung Cokelat. Jika pada hari biasa jumlah pengunjung berkisar 2.000 orang per hari, saat libur Lebaran angka tersebut meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 4.000 orang per hari
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
