SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id-Banjir yang melanda Desa Barengkrajan dan Desa Tempel, Kecamatan Krian, kemarin (27/2) perlahan sudah mulai berkurang ketinggian airnya. Meski begitu sejumlah titik masih tergenang banjir cukup tinggi.
Di Dusun Badas, Desa Barengkrajan, Krian, volume air masih tinggi yaitu sekitar 40 sampai 55 sentimeter. ”Sebelumnya banjir lebih tinggi lagi masuk rumah sejumlah warga,” kata Nur Alimah, salah satu warga terdampak.
Wanita 44 tahun mengatakan bahwa pada Selasa (25/2) hingga Rabu (26/2) air bahkan masuk ke rumah warga yang sudah ditinggikan. ”Tapi pagi tadi sudah surut, jadi warga sudah bisa bersih-bersih,” ujarnya.
Sejumlah warga nampak menguras air yang masih menggenang di sudut-sudut rumahnya. Beberapa lainnya juga nampak membetulkan barang elektronik seperti pompa air yang sebelumnya terendam air. ”Alhamdulillah yang teras sudah bersih, tinggal sisi dapur, ini masih belum bisa masak juga,” ungkapnya.
Kades Barengkrajan Asmono yang berada di posko bencana mengatakan bahwa air mulai surut sekitar lima sampai 10 sentimeter pada subuh kemarin. ”Kebetulan juga semalam gak hujan jadi alhamdulillah bisa cepat surut airnya,” paparnya.
Menurutnya ini merupakan banjir terparah yang pernah terjadi di wilayahnya. Sebanyak 225 rumah warga dari dua RT di Dusun Badas terendam air. Asmono mengatakan biasanya dua tiga hari banjir sudah surut kali ini sampai empat hari banjir belum surut. ”Semalam ada yang menginap di posko pengungsian, tapi pagi ini mau balik kelihatannya dan bersih-bersih rumahnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Kades Tempel Ainul Yakin mengatakan bahwa lima dusun di Desa Tempel yang terkena banjir. ”Ada 553 keluarga yang terkena dampak disini, ada sekitar 500 rumah itu,” jelasnya.
Ainul mengatakan selain membuat sudetan untuk mengalirkan air ke Sungai Pelayaran, sejumlah warga ada yang swadaya meminjam pompa air. ”Ya semoga ada tindak lanjut lagi, dan semoga hujan tidak turun deras hari ini agar bisa cepat surut,” paparnya.
Selain Krian, sejumlah wilayah lainnya seperti Sidoarjo, Candi, hingga Porong masih banjir.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait