Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pejalan Kaki Tewas Dilindas Trailer di Flyover Trosobo Sidoarjo, Polisi Buru Kendaraan Misterius
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Sopir Towing Blokir Jalur Taman-Waru Sidoarjo, Protes Barcode Solar Bersubsidi

Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB
  • author Nanang Ichwan
Ratusan Sopir Towing Blokir Jalur Taman-Waru Sidoarjo, Protes Barcode Solar Bersubsidi
sopir truk memarkir kendaraan mereka di jalan raya Taman-Waru sebagai protes pembelian solar bersubsidi dengan barcode. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Arus lalu lintas di Jalan Raya Taman-Waru, Sidoarjo, lumpuh total, Rabu (30/9/2026) siang. Ratusan sopir truk, mulai kendaraan towing hingga Fuso, turun ke jalan dan memblokade badan jalan sebagai bentuk protes terhadap aturan pembelian solar bersubsidi menggunakan barcode.

Aksi tersebut membuat antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Kepadatan terjadi di jalur utama penghubung Sidoarjo-Surabaya tersebut karena truk peserta aksi memenuhi ruas jalan menuju arah Surabaya.

Para sopir yang tergabung dalam aksi tersebut menuntut agar syarat barcode untuk pembelian BBM jenis solar bersubsidi dihapus. Mereka menilai penerapan sistem tersebut menyulitkan pengemudi dan mengganggu operasional angkutan logistik.

Mereka mengaku kerap mengalami kendala saat membeli solar meskipun telah melakukan pendaftaran. Akibatnya, kendaraan tidak mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan dan terpaksa tidak beroperasi.

Wakil Ketua Pekerja Sopir Towing Nusantara, Bohimin, mengatakan tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah kemudahan mendapatkan solar bersubsidi. “Selama ini towing dipersulit dengan alasan yang tidak jelas dari Pertamina,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan ketersediaan solar dan sistem barcode telah dirasakan para pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, mereka meminta pemerintah maupun pihak terkait memberikan solusi terhadap persoalan tersebut.

Aksi demonstrasi tidak hanya berlangsung sehari. Para sopir menyatakan aksi di Jawa Timur akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (30/9/2026) hingga Jumat (2/10/2026).

Selain aksi di Jawa Timur, sejumlah aliansi pengemudi nasional, di antaranya Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) dan Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN), juga menjadwalkan aksi lanjutan berskala nasional pada 8 Oktober 2026.

Dalam aksi tersebut, para pengemudi berencana menyoroti persoalan kelangkaan solar serta sistem barcode yang mereka nilai masih menimbulkan kendala bagi operasional angkutan di sejumlah wilayah Indonesia.

Editor: Hidayat Adi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut