Penertiban Aset Negara di Belakang Terminal Purabaya, Dua Kompresor Besar Belum Dievakuasi
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Kawasan belakang Terminal Tipe A Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo, tampak sibuk sejak pagi hingga malam hari. Puluhan petugas gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo dikerahkan untuk melakukan penertiban sekaligus pengosongan Bangunan Milik Negara (BMN) yang selama ini ditempati di area tersebut.
Penertiban dilakukan sebagai langkah pengembalian aset negara kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur (Jatim). Operasi dipimpin langsung oleh Korsatpel Terminal Tipe A Purabaya Verie Sugiharto dengan melibatkan personel gabungan lintas instansi.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro mengatakan, keterlibatan Satpol PP dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pengamanan agar proses pengosongan berjalan aman dan kondusif. “Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melaksanakan perbantuan pengamanan bersama unsur TNI, Polri, dan Kemenhub untuk memastikan proses pengosongan aset negara berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan berarti,” ujar Novianto, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, seluruh personel lebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin pihak pengelola Terminal Purabaya. Setelah itu, petugas bergerak menuju lokasi guna melakukan koordinasi akhir dengan pihak yang masih menempati lahan.
Tahapan berikutnya dilakukan pemutusan aliran listrik di area bangunan sebelum barang-barang diangkut menggunakan truk yang telah disiapkan pihak terminal. Proses pemindahan berlangsung hingga sore hari. Menjelang malam, petugas berhasil mengevakuasi dua unit kompresor kecil menggunakan mobil jeep untuk kemudian dinaikkan ke atas truk pengangkut.
Seluruh barang milik penghuni lokasi selanjutnya dibawa menuju Terminal Truk Compreng dengan pengawalan mobil patroli Kemenhub bersama personel Polsek Waru. Namun demikian, proses evakuasi belum sepenuhnya rampung.
Dua kompresor berukuran besar masih berada di lokasi karena membutuhkan alat berat untuk proses pemindahannya. “Masih terdapat dua kompresor berukuran besar yang belum dapat dievakuasi karena membutuhkan alat berat. Untuk pelaksanaannya akan dijadwalkan kembali,” jelas Novianto.
Ia berharap, penertiban aset negara tersebut dapat menjadi langkah awal dalam penataan kawasan Terminal Purabaya agar lebih tertib dan optimal dalam mendukung pelayanan transportasi masyarakat.
Editor: Aini Arifin