Tercium Bau Tak Sedap, Lurah di Sidoarjo Ditemukan Tewas di Rumahnya
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga Perumahan Shoji Land, Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Selasa (10/2) siang.
Korban diketahui merupakan Kepala Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Korban bernama Aditya Farhan Putranto ditemukan tak bernyawa di rumahnya Blok EG Nomor 03 sekitar pukul 11.00. Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan rekan kerja korban yang tidak dapat menghubunginya selama beberapa hari terakhir.
Kanit Reskrim Polsek Candi Iptu Imam Tarmudji mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui sambungan telepon terkait adanya dugaan orang meninggal dunia di dalam rumah. “Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 11.00. Petugas piket langsung mendatangi lokasi bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Sidoarjo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Iptu Imam Tarmudji, Rabu (11/2) ke iNews Sidoarjo.
Saat tiba di lokasi, petugas mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban. Bau tersebut sudah tercium hingga ke teras rumah. “Ketika petugas sampai di lokasi, dari luar rumah sudah tercium bau tidak sedap. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar,” jelasnya.
Penemuan itu berawal ketika dua rekan kerja korban, Hadi Zainal Arifin dan A Luqman Hakim, mendatangi rumah korban sekitar pukul 10.50. Keduanya merasa khawatir karena korban tidak merespons pesan maupun panggilan sejak beberapa hari terakhir. Mereka datang bersama petugas keamanan perumahan untuk memastikan kondisi korban.
Namun saat pintu diketuk, tidak ada jawaban dari dalam rumah, sementara bau tidak sedap semakin menyengat. Keduanya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Candi. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi berbaring di tempat tidur. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia karena sakit, kemungkinan akibat serangan jantung atau penyakit lainnya,” terangnya.
Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi berdasarkan keterangan rekan-rekannya.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Sabhara Bhayangkara Porong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. “Untuk memastikan secara medis penyebab kematian, jenazah kami bawa ke Rumah Sakit Pusdik Sabhara Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan lanjutan,” pungkasnya.
Polisi telah melakukan serangkaian tindakan mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, menghubungi Unit Inafis, mengevakuasi korban, hingga membuat administrasi laporan kejadian.
Editor : Aini Arifin