get app
inews
Aa Text
Read Next : Air Mata di Balik Jeruji, Napi Terorisme Nikahkan Putrinya di Lapas Porong Sidoarjo

Ngapel Pasar Tiap Jumat, Ninik Tjatur Anggraini: Pasar Tradisional Harus Tetap Hidup

Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:11 WIB
header img
Istri Bupati Blitar, Ninik Tjatur Anggraini, saat belanja di pasar Tradisional Kesamben, Blitar. Kamis, (6/2/2026). Foto:ist.

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Di tengah masifnya pertumbuhan jual beli online yang kian menggerus eksistensi pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya menjaga denyut ekonomi rakyat.

Salah satunya melalui kegiatan belanja bersama yang digagas istri Bupati Blitar, Ninik Tjatur Anggraini, bersama para penggerak PKK dan organisasi perempuan. Kegiatan tersebut melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar, Dharma Wanita, Fatayat, Muslimat, serta sejumlah organisasi wanita lainnya dengan menyasar pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Blitar.

Program ini telah berjalan konsisten selama lebih dari satu tahun terakhir. “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari Jumat di minggu pertama. Kami sengaja memilih hari Jumat untuk ngalap berkah, sekaligus membantu pedagang pasar tradisional yang kini sepi pembeli akibat maraknya jualan online,” ujar Ninik, saat ditemui di Pasar Tradisional Kesamben. Kamis (6/2/2026).

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap pedagang kecil, belanja bersama ini juga memiliki dampak ekonomi yang nyata. Dalam setiap kegiatan, panitia mencatat perputaran uang yang terjadi selama rombongan berbelanja di pasar. “Setiap kali kami turun langsung ke pasar, perputaran uangnya cukup besar, bahkan mencapai belasan juta rupiah. Contohnya saat belanja bersama di Kecamatan Srengat, perputaran uang mencapai Rp13 juta. Untuk hari ini masih kami rekap,” terang Ninik yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Blitar.

Ia menambahkan, antusiasme pedagang pasar terlihat jelas setiap kali kegiatan berlangsung. Para pedagang merasa terbantu karena dagangannya laku dan pasar menjadi lebih ramai. “Alhamdulillah para pedagang senang. Harapan kami, dengan upaya sederhana namun konsisten ini, pasar tradisional tetap eksis dan tidak ditinggalkan pembeli,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan belanja bersama ini juga dimanfaatkan untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas. “Memang beberapa komoditas sudah mulai mengalami kenaikan, seperti harga cabai yang saat ini berkisar Rp70 ribu per kilogram. Namun kenaikan ini masih tergolong wajar akibat pasokan yang sedikit terhambat. Secara umum, kondisi harga masih stabil,” jelas Darmadi.

Ia memprediksi kenaikan harga komoditas akan terus terjadi seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. “Nanti kami akan melakukan operasi pasar bekerja sama dengan Bulog, minimal dua kali selama bulan suci Ramadan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak panik buying. Kami pastikan stok komoditas aman dan tersedia,” pungkasnya.

Melalui gerakan belanja bersama ini, Pemkab Blitar berharap pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi kerakyatan sekaligus ruang interaksi sosial yang lestari di tengah arus digitalisasi perdagangan.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut