get app
inews
Aa Text
Read Next : SAE Bangkitkan Lahan Tidur 25 Tahun di Lapas Porong Jadi Motor Ketahanan Pangan

Perhutani KPH Nganjuk Terapkan Agroforestry untuk Jaga Hutan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:51 WIB
header img
Perum Perhutani KPH Nganjuk. Foto: ist.

NGANJUK, iNewsSidoarjo.id – Perum Perhutani KPH Nganjuk terus mengembangkan pola pengelolaan hutan berbasis agroforestry sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Administratur (ADM) Perhutani KPH Nganjuk, Dwi Puspitasari, menjelaskan bahwa agroforestry merupakan sistem pengelolaan hutan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan aktivitas pertanian masyarakat, melalui mekanisme kerja sama yang diatur secara resmi. “Pengelolaan dilakukan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Masyarakat diberi akses untuk mengelola lahan dengan ketentuan tertentu, sementara Perhutani tetap bertanggung jawab atas keberlanjutan fungsi hutan,” ujar Dwi saat ditemui Rabu (14/1/2025) di Kantor Perhutani KPH Nganjuk, Jalan Merdeka Nomor 6, Kabupaten Nganjuk.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi pilihan karena kawasan hutan negara tidak memungkinkan untuk dipagari secara menyeluruh. Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan, pengelolaan dinilai lebih efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Selain itu, skema agroforestry juga membuka akses bagi petani yang tidak memiliki lahan garapan pribadi, sehingga tetap dapat melakukan kegiatan pertanian tanpa mengubah fungsi utama kawasan hutan. Dwi menambahkan, dalam pengelolaan hutan, Perhutani menerapkan prinsip Triple Bottom Line (TBL) , yakni profit (ekonomi), people (sosial), dan planet (lingkungan).

Sebagai perusahaan BUMN, Perhutani dituntut menjalankan usaha secara profesional dan berkelanjutan, sekaligus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. “Selain pemberdayaan masyarakat desa hutan, kami juga rutin melakukan rehabilitasi hutan melalui penanaman kembali, baik di lokasi bekas tebangan maupun di kawasan lain setiap tahunnya,” katanya.

Melalui penerapan agroforestry, Perhutani KPH Nganjuk berharap pengelolaan hutan dapat berjalan secara seimbang antara kepentingan ekologis, sosial, dan ekonomi, sehingga manfaat hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan generasi mendatang.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut