SIDOARJO - Tak hanya menangani kebakaran dan bencana, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo juga sigap membantu warga menghadapi kondisi darurat lainnya. Dalam rentang waktu sore hingga malam pada Minggu (18/10), Tim Penyelamatan (Rescue) Regu 3 Unit Krian menuntaskan dua misi penyelamatan, yakni melepaskan cincin yang tersangkut di jari seorang warga dan mengevakuasi sarang tawon Vespa di lingkungan permukiman.
Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo Moch Faexlazim menjelaskan, penanganan pertama dilakukan di Posko Pemadam Kebakaran (PMK) Unit Krian sekitar pukul 17.05 WIB. Seorang warga bernama Ria datang meminta bantuan setelah cincin yang dikenakannya tersangkut dan sulit dilepaskan dari jari tangannya.
Petugas Rescue Regu 3 langsung melakukan penanganan dengan hati-hati agar proses pelepasan cincin tidak menimbulkan cedera. Setelah sekitar 35 menit, cincin tersebut akhirnya berhasil dilepaskan. "Petugas Rescue Regu 3 langsung melakukan penanganan dengan hati-hati agar proses pelepasan cincin berjalan aman dan tidak menimbulkan cedera pada pelapor," ujar Moch Faexlazim, Senin (19/10/2026).
Penanganan tersebut dinyatakan selesai pada pukul 17.40 WIB. Menurut Faexlazim, bantuan pelepasan benda yang tersangkut merupakan bagian dari pelayanan penyelamatan BPBD, termasuk untuk kondisi darurat non-kebakaran yang membutuhkan penanganan khusus.
Belum berselang lama, petugas kembali menerima laporan mengenai keberadaan sarang tawon Vespa yang berpotensi membahayakan warga. Pada pukul 18.45 WIB, tim bergerak menuju Dusun Ngingas RT 10 RW 03, Desa Simpang, Kecamatan Prambon.
Laporan itu disampaikan Zaenudin, warga setempat, yang mendapati sarang tawon Vespa berada di pohon di halaman rumahnya. Keberadaan sarang tersebut dikhawatirkan membahayakan penghuni rumah maupun warga yang beraktivitas di sekitarnya.
Faexlazim mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menangani sarang tawon Vespa karena berisiko memicu serangan apabila koloni tawon merasa terganggu. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani atau memusnahkan sarang tawon Vespa secara mandiri, terutama tanpa peralatan dan perlindungan yang memadai. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan prosedur keselamatan," jelasnya.
Petugas kemudian melakukan evakuasi dengan memperhatikan faktor keselamatan di sekitar lokasi. Penanganan sarang tawon tersebut rampung pada pukul 19.35 WIB.
Dua laporan yang diterima dalam waktu berdekatan itu berhasil ditangani dengan lancar. Hal tersebut menunjukkan bahwa tugas penyelamatan BPBD tidak terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup berbagai kondisi darurat yang membutuhkan bantuan petugas.
Faexlazim menambahkan, BPBD Kabupaten Sidoarjo terus berupaya memberikan pelayanan yang responsif terhadap laporan masyarakat. Kecepatan warga dalam menyampaikan informasi dinilai penting agar potensi bahaya dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar. "Partisipasi masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Karena itu, warga jangan ragu melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan," katanya.
BPBD Sidoarjo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga jarak dari sumber bahaya, dan menghindari tindakan berisiko secara mandiri sembari menunggu petugas datang. Warga yang membutuhkan bantuan penyelamatan dapat menghubungi posko pemadam kebakaran terdekat sesuai dengan jenis kondisi darurat yang dihadapi.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
