Dua Kebakaran Terjadi Bersamaan di Sidoarjo, Kamar Santri dan Pabrik Tahu Dilalap Api

Nanang Ichwan
Bekas kebakaran yang menghanguskan tembok kamar santri di pesantren desa Becirongengor, Wonoayu, Sidoarjo. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (14/10/2026) malam. Kobaran api melanda kamar santri di Pondok Pesantren Gerbang Iman, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, dan sebuah pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke masing-masing lokasi untuk menjinakkan api.

Meski terjadi pada malam yang sama, proses pemadaman di kedua lokasi berlangsung dengan durasi berbeda. Api di kamar santri berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 36 menit, sedangkan penanganan kebakaran pabrik tahu membutuhkan waktu hampir dua jam.

Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo Moch. Faexlazim menjelaskan, laporan kebakaran di Pondok Pesantren Gerbang Iman diterima petugas pada pukul 18.34 WIB. "Objek yang terbakar merupakan kamar santri," ujar Faex, Kamis (15/10/2026).

Bangunan pondok pesantren tersebut memiliki luas sekitar 15 x 35 meter. Sementara itu, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5 x 5 meter.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kejadian tersebut. Rinciannya, dua unit dari Pos Damkar Krian dan satu unit dari Pos Damkar Sukodono.

Petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bagian bangunan lainnya. "Penanganan di lokasi tersebut selesai pada pukul 19.10 WIB," ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Namun, penyebab kebakaran dan nilai kerugian material masih belum diketahui. 

Beberapa menit setelah laporan kebakaran di pondok pesantren diterima, petugas kembali mendapat laporan kebakaran di sebuah pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian.

Laporan kebakaran di tempat usaha milik Abd Khofar tersebut diterima pada pukul 18.38 WIB. Objek yang terbakar meliputi tahu dan bahan kayu jati yang berada di area pabrik.

Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 10 x 30 meter. Untuk menangani kebakaran tersebut, petugas kembali mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, terdiri atas dua unit dari Pos Damkar Krian dan satu unit dari Pos Damkar Sukodono.

Petugas melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Proses penanganan baru dinyatakan selesai pada pukul 20.30 WIB.

Hingga kini, penyebab kebakaran di pabrik tahu tersebut masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan, sedangkan nilai kerugian material masih dalam pendataan.

Faexlazim mengimbau masyarakat, khususnya pengelola pondok pesantren dan pemilik tempat usaha, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta menghindari penggunaan peralatan yang berpotensi memicu api secara sembarangan. Penyediaan Alat Pemadam Api Tingan (APAR) juga diperlukan sebagai langkah antisipasi.

Jika terjadi kebakaran, masyarakat diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan tidak memaksakan pemadaman secara mandiri apabila api sudah membesar.

Editor : Hidayat Adi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network