SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Keributan sembilan perempuan di kawasan Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (2/10/2026), ternyata menyimpan persoalan lain. Lima perempuan diamankan polisi setelah membuat resah warga dan pengemudi ojek online (ojol) yang berada di sekitar lokasi.
Keributan tersebut awalnya diketahui seorang driver ojol yang biasa mangkal di kawasan Medaeng. Karena khawatir pertengkaran berkembang dan membahayakan orang di sekitar, ia kemudian melaporkannya ke Polsek Waru.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan sejumlah perempuan yang terlibat. Dari sembilan perempuan yang berada di lokasi, lima di antaranya dibawa untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Belakangan, polisi memastikan keributan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun, tindak pidana yang menjadi dasar perkara tersebut tidak terjadi di Sidoarjo, melainkan di Kabupaten Jember.
Kasat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah membenarkan adanya pengamanan tersebut saat dikonfirmasi Rabu (7/10/2026). "TKP Jember. Kita limpahkan ke Direktorat PPA dan PPO Polda Jatim," ujarnya.
Rohmawati menjelaskan, para perempuan tersebut diduga datang ke Sidoarjo setelah meninggalkan Jember. Sesampainya di kawasan Medaeng, mereka justru terlibat keributan hingga menarik perhatian warga dan pengemudi ojol. "Tindak pidananya terjadi di Jember, mereka ke sini melarikan diri dan ribut di Medaeng sehingga diamankan petugas saat itu," jelasnya.
Dari lima perempuan yang diamankan, empat di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur. Karena lokasi dugaan tindak pidana berada di Jember, penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Timur.
Dengan demikian, Sidoarjo dalam perkara tersebut bukan merupakan lokasi terjadinya dugaan TPPO. Sidoarjo hanya menjadi lokasi ditemukannya sejumlah perempuan yang kemudian diamankan polisi setelah terlibat keributan di kawasan Medaeng.
Keributan itu sendiri sempat membuat pengemudi ojol dan masyarakat sekitar resah lantaran terjadi di kawasan yang ramai aktivitas warga.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
