SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga di kawasan permukiman padat di Desa Keboansikep, Sidoarjo berinisiatif menggelar simulasi penanggulangan darurat bencana kebakaran. Kegiatan itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan darurat dan antisipasi dampak kemarau ekstrem, atau Godzila El Nino 2026, yang diprakirakan terjadi di Indonesia pada periode April hingga Oktober 2006.
Latihan tanggap darurat bencana kebakaran ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di lingkungan RW 08 Perumahan Griya Permata Gedangan (GPG). Kegiatan ini melibatkan warga, pengurus RT, pengurus RW, anggota keamanan perumahan, perusahaan swasta, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo.
Materi simulasi mencakup teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api. Selain itu teknik memadamkan api dengan bahan tradisional berupa karung goni basah. Salah satu warga Indrawati (45) mengaku awalnya merasa takut untuk memegang apar. Selama ini pengguna apar identik dengan laki-laki karena berat.
Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, Indrawati tidak takut lagi. Bahkan menurutnya ibu-ibu harus bisa menggunakan apar agar bisa melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran. "Ibu-ibu harus tahu Teknik pemadaman api darurat. Soalnya kan mereka yang biasanya ada di rumah, saat suami kerja dan anak-anak sekolah,” ujar Indrawati.
Gunari warga lainnya menambahkan suatu saat pernah terjadi kebakaran di lingkungan perumahan. Warga panik dan berupaya memadamkan dengan menggunakan peralatan seadanya. "Ada apar akan tetapi tidak tahu prosedur standar penggunaannya sehingga digunakan secara asal asalan," kata Gunari.
Ketua RT 06 RW 08 Desa Keboansikep Ifron Hadi Susanto mengatakan pelatihan penanganan bencana kebakaran di kawasan permukiman ini diinisiasi oleh warga.
Mereka sadar akan pentingnya pelatihan ini agar bisa melakukan penanganan secara cepat dan tepat. “Kegiatan ini atas inisiasi warga. Mereka ingin tahu dan paham cara pemadaman kebakaran darurat, sembari menunggu tim damkar datang,” jelas Ifron.
Sementara itu, kepala pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengapresiasi inisiasi warga untuk mengadakan pelatihan penanggulangan bencana secara mandiri di lingkungannya. Menurutnya pelatihan warga ini yang pertama di Sidoarjo.
Sebelumnya pelatihan penggulangan bencana digelar di sekolah dan instansi pemerintah seperti rumah sakit. "Inisiasi ini layak diapresiasi dan menjadi percontohan bagi lingkungan lainnya. Masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah melainkan bisa berinisiatif dengan merangkul pihak swasta," ucap Sabino.
Dia menambahkan BPBD Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai bencana yang mengancam termasuk kebakaran. Kesiapsiagaan ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dan menekan kerugian material. Kebakaran merupakan salah satu bencana yang mengancam Sidoarjo.
Apalagi saat ini sudah mulai masuk musim kemarau, yang biasanya sering terjadi kebakaran. Baik di lahan kosong, maupun rumah. Disisi lain, pihak BPBD Sidoarjo mengakui bahwa pemerintah daerah memiliki banyak keterbatasan untuk memperbanyak pelatihan kebencanaan di masyarakat seperti terbatasnya anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
