Lebaran, Omzet Bisnis Kue Kering Rumahan Naik 10 Kali Lipat

Hidayat Adi
Fenny Suryani menyelesaikan pesanan kue nastar dari pelanggannya untuk keperluan lebaran. Foto: Hidayat Adi.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Momen lebaran menjadi masa panen cuan bagi pemilik sejumlah usaha rumahan. Tak terkecuali seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo, yang menggeluti usaha aneka kue kering. Kebutuhan hampers dan suguhan hari raya, membuat omzetnya melejit hingga 10 kali lipat.

Adalah Fenny Suryani, warga kelurahan Ngelom, kecamatan Taman, yang menekuni usaha membuat aneka kue kering untuk kebutuhan lebaran maupun momen-momen tertentu. Perempuan berusia 40 tahun itu mengawali bisnisnya pada tahun 2020 lalu. Berawal dari pandemi covid-19, ia harus rela keluar dari pekerjaannya sebagai admin di sebuah perusahaan swasta di Jawa Timur.

Berbekal ketelatenan, Fenny secara autodidak belajar membuat aneka kue kering untuk dijual ke beberapa koleganya. Gayung bersambut. Kue kering buatan Fenny bisa diterima di pasaran, karena rasanya tidak eneg dan teksturnya empuk. Apalagi kue kering tanpa pengawet itu, bisa bertahan hingga satu bulan.

Salah satu pelanggan kue kering, Nur Hidayah mengatakan nastar buatan Fenny rasanya enak dan bisa dinikmati siapa saja karena tidak keras atau alot. “Rasa manisnya itu tidak terlalu, sehingga tidak eneg. Juga tahan lama disimpan,” ujarnya.

Saat ini, dari awalnya hanya beberapa jenis kue kering, Fenny bisa memproduksi 12 varian. Antara lain nastar, kastengel, tumbrin, bola salju, coklat almond, coklat mede, sagu keju, putri salju, kue kacang, lidah kucing dan kue mawar. Namun dari semua itu, yang paling favorit adalah nastar. “Kalau pelanggan saya mayoritas paling suka kue nastar. Katanya enak,” ujar Fenny sembari tersenyum.


Aneka produk kue kering milik Fenny, yang siap dijadikan paket hampers maupun suguhan lebaran. Foto: Hidayat Adi.

“Kini saya mengembangkan membuat aneka varian kue kering, karena selera pelanggan berbeda-beda,” imbuh owner omah cookies itu. Bagi Fenny, kepuasan pelanggan adalah segalanya. Ia rela memilih bahan premium untuk kuenya, untuk menjaga kualitas rasa. Untuk pemasaran, Fenny awalnya dibantu para teman dan koleganya.

Namun kini berkembang lebih luas, dengan semakin masifnya penjualan online melalui media sosial maupun e-commerce. Tak hanya Sidoarjo, pelanggan kue kering Fenny juga berasal dari Bojonegoro, Lamongan dan Surabaya. Tak hanya di momen lebaran, kue kering Fenny juga dipesan untuk merayakan Natal maupun Imlek.

Bahkan untuk memanjakan pelanggannya, Fenny bisa membuat paket hampers sesuai permintaan konsumen. “Kita buat produk untuk menyenangkan pelanggan Mas. Kadang mereka minta hampers kue kering dijadikan satu paket dengan cangkir set maupun piring,” ungkap Fenny.

Harga kue kering buatan Fenny beraneka ragam, tergantung jenis kue dan paketnya. Untuk paket satu boks hampers, biasanya berisi lima jenis kue. Sedangkan untuk paket ekonomis, berisi tiga kaleng kue kering. “Harganya bervariasi Mas, tergantung jenis kue dan paketannya. Ya, kalau di rata-rata, kisaran 40 hingga 150 ribu rupiah,” terang Fenny.

Pada hari biasa, omzet bisnis kue kering Fenny ini biasanya di kisaran 2 juta rupiah per bulan. Namun untuk momen tertentu seperti lebaran, omzetnya bisa naik 6 hingga 10 kali lipat. “Alhamdulillah, kalau pas momen lebaran ini bisa naik pesanannya, bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa,” ungkap Fenny. “ Terus juga ini Mas, mungkin pelanggan juga senang dan tidak was-was, karena produk saya ini sudah memiliki izin dan bersertifikat halal,” pungkas Fenny.

Editor : Aini Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network