SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Sebentar lagi, tepatnya tanggal 17 Februari 2026, warga Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek Kongzili ke 2577. Berbagai kegiatan dilakukan umat Konghucu di seluruh dunia, tak terkecuali di Sidoarjo, tepatnya di klenteng Tjong Hok Kiong di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo.
Diantara ritual yang dilakukan adalah memandikan rupang atau patung dewa-dewi yang ada di klenteng tertua di Sidoarjo tersebut. Ada puluhan rupang dewa dewi yang dibersihkan. Belasan diantaranya juga dimandikan dengan air bercampur aneka kembang.
Setelah dibersihkan badan dan pakaiannya, rupang dewa dewi itu dikembalikan ke altar dan tempatnya semula. Menurut keyakinan umat Konghucu, membersihkan dan memandikan rupang dilakukan saat kondisinya “kosong”, atau sedang ditinggal para dewa dewi ke Nirwana. “Ritual ini kita adakan saat para dewa dewi naik ke Nirwana. Nanti pada saat mereka kembali ke klenteng, rupang mereka sudah bersih“ terang Toni Hartanto, ketua klenteng Tjong Hok Kiong, Kamis, 12/2/2026.
Pengurus klenteng Tjong Hok Kiong membersihkan rupang dewa dewi jelang perayaan tahun baru Imlek 2577. Foto:ist.
Tak hanya membersihkan dan memandikan rupang, para umat Konghucu di klenteng Tjong Hok Kiong juga membersihkan altar utama dan ruangan sembahyang.
Sebab lokasi ini akan dijadikan lokasi doa dan sembahyang pada tanggal 17 Februari 2026, tepat pukul 00.00 WIB. “Selanjutnya kita akan melakukan sembahyang serta memanjatkan doa harapan, tepat pada pukul 00.00 WIB, di tahun baru Imlek“ imbuh Toni.
Selain sebagai ritual, membersihkan dan memandikan rupang merupakan simbol pembersihan diri umat Konghucu dari berbagai kesalahan yang pernah dilakukan. Tujuannya agar para umat kembali suci, dan bisa melanjutkan kehidupannya dengan melakukan berbagai kebaikan.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
