SIDOARJO, iNews.sidoarjo.id - Ratusan warga di Sidoarjo, berjubel untuk berbelanja barang kebutuhan pokok di pasar murah yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pasar murah ini merupakan langkah antisipasi pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang kerap diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Pasar murah itu dilangsungkan di Pasar Wisata, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Berbagai bahan pokok dijual di bawah rata-rata harga saat ini. Diantaranya telur ayam dijual seharga Rp 22.000 per kilogram, sementara di pasaran telah mencapai sekitar Rp 28.000 per kilogram.
Gula pasir pun dibanderol Rp 14.500 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang berada di kisaran Rp 17.000 per kilogram. Selain menjual bahan pokok, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga membagikan beras gratis kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menyebut kegiatan ini menjadi pasar murah perdana yang digelar Pemprov Jatim di tahun 2026. “Ini pasar murah yang pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ibu Gubernur. Kita juga mempersiapkan kegiatan ini dalam rangka menyongsong bulan Ramadhan sekaligus Hari Raya Idul Fitri,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, meski bulan Ramadhan baru akan dimulai pada 18 Februari 2026, Pemprov Jatim memilih bergerak lebih awal untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok di pasaran. “Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga di bulan Ramadhan nanti. Tadi teman-teman sudah melihat sendiri bagaimana perbedaan harga di pasar murah dengan harga di pasaran,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2026, Pemprov Jatim telah mengagendakan pelaksanaan pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah di Jawa Timur. Namun, realisasinya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan serta arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur. “Yang sudah teranggarkan ada sekitar 110 titik. Namun kita lihat situasinya nanti seperti apa dan tentu menunggu arahan dari Ibu Gubernur,” katanya.
Ia menambahkan, lokasi pasar murah akan diprioritaskan di tingkat kelurahan atau desa agar mudah dijangkau oleh masyarakat. “Titik-titiknya pasti di kelurahan atau desa karena dekat dengan masyarakat. Mereka butuh menjangkau minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” tutup Iwan.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
