Zelensky Serahkan Harta Karun Mineral Tanah ke AS, Ini yang Dikatakan Presiden Kolombia

Muhaimin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan meneken kesepakatan menyerahan mineral tanah langka ke AS. Foto/X @ZelenskyyUa

KYIV, iNewsSidoarjo.id – Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bodoh karena sepakat menyerahkan mineral tanah langka Ukraina kepada Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Donald Trump telah menuntut Ukraina, membayar kembali kepada Amerika dengan mineral tanah langka senilai USD500 miliar, sebagai kompensasi atas bantuan yang telah diberikan Washington kepada Kyiv, selama perangnya melawan Rusia. "Mereka bertempur dengan saudara-saudara Slavia mereka dan akhirnya menyerahkan Ukraina kepada Amerika," tulis Petro di X yang dikutip dari sindonews.com pada Jumat (28/2/2025).

Pemerintah Ukraina awalnya mempertanyakan jumlah kompensasi tersebut, tetapi sekarang dilaporkan telah menyetujui kesepakatan penyerahan "harta karun" mineral tanah langka tersebut kepada Amerika.

Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina Petro mengeklaim bahwa dengan menandatangani perjanjian pembagian keuntungan dari ekstraksi mineral tanah langka Ukraina, Zelensky pada akhirnya menyerahkan negaranya ke AS. "Kebodohan Zelensky, dan saya katakan ini dengan jelas, karena membiarkan dirinya dimanipulasi oleh orang Eropa Barat, yang tidak tahu ke mana mereka akan pergi, apakah ke arah Hitler, atau ke arah yang tidak ada," paparnya.

Kesepakatan yang diusulkan, yang awalnya diajukan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent selama kunjungannya ke Kyiv awal bulan ini, berupaya memberikan AS hak yang luas atas cadangan mineral tanah langka Ukraina untuk mengompensasi bantuan militer dan ekonomi ke Kyiv.

Setelah pertemuan dengan Bessent, Zelensky menolak usulan tersebut, dengan alasan kurangnya jaminan keamanan dari Amerika. Namun, pada Selasa, beberapa media Barat melaporkan bahwa Kyiv kini telah menyetujui kesepakatan, dengan Zelensky diperkirakan akan mengunjungi Washington minggu ini untuk menandatangani perjanjian tersebut.

"Saya dengar dia akan datang pada hari Jumat. Tentu saja, saya setuju jika dia ingin menandatanganinya bersama saya, dan saya paham itu masalah besar, masalah yang sangat besar...pembayar pajak Amerika sekarang akan mendapatkan kembali uang mereka," kata Trump.

Menurut laporan Financial Times, Ukraina setuju untuk menandatangani kesepakatan tersebut setelah AS menarik permintaannya untuk bagian USD500 miliar dari hasil mineral tanah langka tersebut. Kyiv telah menentang angka USD500 miliar tersebut, dengan alasan bahwa Washington sebenarnya hanya memberikan bantuan USD100 miliar, terutama dalam bentuk hibah ketimbang pinjaman atau utang. Perjanjian yang dilaporkan juga tidak menyebutkan jaminan keamanan AS, sesuatu yang berulang kali diminta Zelensky.

Draf akhir perjanjian, menurut Financial Times, mengamanatkan Kyiv untuk mendirikan dana dan mengalokasikan 50% dari pendapatan "monetisasi masa depan" sumber daya mineral milik negara tersebut, termasuk minyak, gas, dan logistik terkait. Dana tersebut dilaporkan akan digunakan untuk berinvestasi dalam industri Ukraina. iNewsSidoarjo

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network